Beritanya...?
Berita Teraktual Dari Sumber-sumber Terpercaya

MPR: PPATK Jangan Omdo, Laporkan Rekening Gendut DPR ke KPK!


Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Tohari meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar tidak hanya berbicara kepada publik mengenai temuan transaksi mencurigakan dari rekening gendut 18 anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR. Lebih baik, kata Hajriyanto, PPATK langsung melaporkan temuan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Maksud saya kalau PPATK menemukan rekening transaksi atau rekening gendut yang mencurigakan yang dimiliki oleh anggota DPR segera saja dilaporkan ke KPK untuk segera dilakukan pengusutan dan pemeriksaan. Bukan dengan cara diomongkan ke publik semata," ungkap Hajriyanto kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Bagi dia, temuan yang hanya diomongkan ke publik tidak menyelesaikan masalah, justru hanya membuat situasi politik gaduh.  "Pengumuman ke publik itu yang bikin gaduh. Saya mengharapkan koruptornya ketangkap, tetapi politik tidak gaduh. Ibaratnya "ikannya ketangkap, tapi airnya tidak keruh". Kalau cuma diomongkan saja itu airnya saja yang keruh (politik gaduh) tapi ikannya tetap saja tidak ketangkap," tegasnya.

Dikatakannya, temuan rekening gendut tak hanya kali ini saja, melainkan beberapa temua serupa seperti rekening gendut Polri, PNS muda  di Ditjen Pajak dan sebagainya pernah mencuat ke publik. Namun, kasus itu hanya menjadi publik semata dan tidak pernah tuntas hingga saat ini. "Coba perhatikan sejak kapan isu rekening gendut petinggi Polri, Banggar DPR, PNS muda belia di Ditjen Pajak, dan lain-lainnya itu? Sudah sejak lama sekali tetapi tidak ada kelanjutannya. Tetap saja hanya menjadi wacana," imbuh politikus Golkar itu.

Padahal, pihaknya berharap besar terhadap kedua lembaga itu untuk memberantas para koruptor. Sehingga, temuan itu tidaknya membuat gaduh situasi politik saja.

"Walhasil, kita geregetan saja pada KPK dan PPATK. Geregetan karena harapan kita kepada lembaga itu sangat besar, tetapi tidak juga kunjung cepat menyikat koruptor-koruptor itu, sementara mereka bilang sendiri sebagai sudah tahu siapa-siapa koruptornya itu, Ini yang bikin gaduh," pungkasnya.


Related Post:

Posting Komentar - Back to Content

Translate

Statistik

Arsip Blog

5 Entri Populer

Affiliates

Izzan-HackerSidapurna Technology

Followers

Iklan

one click to help progress this blog (satu klik untuk membantu kemajuan blog ini)
Diberdayakan oleh Blogger.